Thumb
Thumb

19 Jan, 2026

"Tiga Hari Menyatukan Arah, Menyatukan Keluarga”

Bimtek Scouting Skill Navigasi Darat

Di bawah langit cerah Kolaka, halaman Makodim 1412 Kolaka menjadi saksi awal sebuah perjalanan saya dalam meningkatkan kapasitas diri. Bukan sekadar kegiatan scouting skill navigasi darat, tetapi juga momen mempertemukan hati dan semangat keluarga besar Gerakan Pramuka Kwarcab Kolaka bersama Kodim 1412 Kolaka.

Hari Pertama – Menentukan Arah Bersama

Pagi itu, derap langkah peserta memenuhi lapangan Makodim. Upacara pembukaan berlangsung khidmat. Para pembina, pelatih, menyatukan tekad bahwa selama tiga hari ke depan, mereka akan belajar menaklukkan arah dan medan.

Materi pertama dimulai dengan pengenalan kompas. Jarum kompas yang bergetar halus seakan menjadi simbol: setiap orang punya arah, dan tugas kita adalah menuntunnya dengan benar. Instruktur dari Kodim menjelaskan tentang reseksion dan interseksion, teknik menentukan posisi di peta berdasarkan azimut dan titik medan. Peserta saling berdiskusi, saling membantu membaca peta dan menentukan koordinat. Di tengah latihan itu, terasa kebersamaan yang hangat — bukan sekadar rekan latihan, melainkan keluarga yang saling menuntun.

Menjelang sore, sesi dilanjutkan dengan praktek dilapangan konggoasa, kami menghitung Langkah, dan Arah derajat kami. Pribadi saya menggali nilai pendidikan yang harus sy gali dan pahami bahwa di balik setiap langkah di lapangan, ada perencanaan dan ketelitian.

Malam harinya, dilanjutkan dengan sesi Kompas malam, teknik mencari arah yang sesungguhnya dimalam hari, sesi ini merupakan hal baru buat saya pribadi antusias kami lebih menambah evort untuk berkembang lebih di Kompas malam. Hari pertama ditutup dengan refleksi singkat. Di bawah bendera Merah Putih dan Tunas Kelapa, semua menyadari: menentukan arah bukan hanya di peta, tetapi juga di kehidupan.

Hari Kedua – Menggambarkan Medan dan Perjalanan

Dimulai dengan semangat baru. Peserta mempelajari mencari karvak di peta azimut,backazimut, jarak dan jalur tempuh. Banyak peserta baru memahami bahwa di balik setiap langkah di lapangan, lagi lagi menyakinkan saya nilai Pendidikan sagat kental pada perencanaan dan ketelitian.

Dalam sesi peta pita, peserta belajar mencatat rute perjalanan dalam bentuk sketsa garis arah, jarak, dan tanda medan. Seperti menulis cerita perjalanan saya sendiri, karena dalam proses pembuatan peta pita saya menemukan keluarga ku yang belum pernah saya bertemu sebelumnya dalam kehidupanku ini bukan dongeng kehidupan tapi true story, Sedangkan pada panorama, mereka menggambar kontur dan bentang alam dari sudut pandang lapangan. Ada yang menggambar bukit, sungai, hingga pepohonan.

Instruktur menekankan bahwa navigasi bukan hanya membaca arah, tetapi juga memahami lingkungan. Tawa dan diskusi mewarnai latihan. Ada yang saling meminjam pensil, ada yang membantu menggambar garis horizon, ada pula yang membetulkan arah kompas temannya. Kebersamaan itu terasa seperti reuni keluarga di alam terbuka. Dalam sesi ini saya pribadi sangat bahagia true story.

Hari Ketiga – Menjelajah dan Mengaplikasikan Ilmu

Hari terakhir menjadi puncak kegiatan: penjelajahan navigasi darat.

Setiap regu dibekali kompas, peta pita, panorama, dan peta lapangan. Mereka bergerak menembus jalur kota dan bibir pantai di sekitar Kota Kolaka. Dalam perjalanan, peserta menerapkan semua yang telah dipelajari:

- Mengambil azimut kompas untuk menentukan arah.

- Menggambar dan membaca peta pita untuk memastikan jalur.

- Mengidentifikasi medan melalui panorama.

- Menentukan posisi di peta lapangan dengan reseksion.

Di tengah perjalanan, ada yang tersesat sesaat, mau di bantu tapi ternyata mereke menemukan titik Pelepas dahaga…. Ada yang kelelahan, lalu diberi semangat oleh teman satu tim.

Momen itu menjadi bukti bahwa navigasi darat mengajarkan bukan hanya keterampilan, tetapi juga solidaritas dan persaudaraan

Penulis : YUDI ZULKARYAN TURUSI

Kolaka, 18 Januari 2026